Jumaat, 11 Mei 2012

Apakah kita menjadi hamba Allah yang diSAYANG atau diBENCI oleh-Nya?




Assalamu’alaikum…

Alhamdulillah, setinggi-tinggi kesyukuran pada Allah s.w.t kerana masih memberi kita nikmat Iman dan Islam. Dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah, dari depan ke belakang kita semuanya itu nikmat Allah s.w.t. Alhamdulillah kerana Allah s.w.t masih lagi memberi aku peluang untuk jari jemari aku mempersembahkan rentak di arena keyboard untuk berkongsi sesuatu dengan rakan-rakan sekalian. Selawat dan salam keatas junjungan besar kita Nabi Muhammad s.a.w kerana dengan setiap detik dan degupan jantung Baginda s.a.w adalah untuk memberi sinar cahaya kebenaran kepada sekalian Alam dan sanubari manusia yang jauh hitam kejahilan. Dari tidak kenal Allah kepada kenal Allah s.w.t.

Dalam kesempatan ini aku memohon seribu-ribu kemaafan diatas cacat cela dalam penyampaian penulisan aku, entah la blog ini asalnya sebagai tempat curahan memori dan pengetahuan yang diperolehi yang boleh dilantunkan sebagai corak berbentuk tulisan untuk simpanan peribadi sahaja dan kini telah menjadi tempat untuk perkongsian. Moga segala-galanya untuk Allah s.w.t.

Dalam kita melangkah dengan gagah, pasti sebelum ini kita pernah melangkah dengan lemah!!. Itu lah gambaran nasihat yang dihidangkan kepada aku suatu masa dahulu. Banyak intipati yang boleh dikoreksi dalam satu ayat ini. Pelbagai bentuk cabang pengadaptasian kata-kata ini dalam kehidupan kita sama ada sedar atau tidak. Kata-kata yang tersemit erti perjuangan, pengharapan, penyatuan, dan sebaginya dan ianya bergantung kepada dimana lahirnya titik keinginan dalam pandangan dan persepsi individu tersebut.

Dalam perjuangan mencari material untuk kesenangan hidup, seringkali kita merasakan hampa dan lemah serta kecewa dalam menghadapi kehidupan lantas beralasan Allah sedang murka dan tidak sayang pada kita. Sedarkan kita bahawa kita sebenarnya telah meletakkan pandangan sempit yang bergantung terus kepada keinginan hati sendiri yang mudah dibuai nafsu, bila tidak dapat apa yang hajati terus kata tidak adil dan sebagainya. Adakah sudah kita bentangkan gambaran sejarah dalam lipatan sirah Nabi Muhammad s.a.w? disini aku cuba berkongsi dengan teman-teman..

Dari Amr Bin ‘Auf al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu Ubaidah Bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu ke Bahrain untuk mengambil jizyah* dari penduduknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerima permintaan damai dari penduduk Bahrain dan beliau mengangkat al-Ala’ Bin al-Hadhrami untuk menjadi ‘amir (pemimpin) di sana.

Ketika Abu Ubaidah datang dari Bahrain dengan membawa harta jizyah itu, para sahabat kaum Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah ini. Maka merekapun berkumpul untuk menghadiri shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika telah selesai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung keluar. Namun mereka berusaha merintangi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika melihat mereka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum kemudian berkata, “Saya mengira kalian telah mendengar kedatangan Abu Ubaidah membawa sesuatu dari Bahrain?”

Mereka berkata, “Benar wahai Rasulullah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu, bergembiralah dan berharaplah memperoleh sesuatu yang melapangkan diri kalian. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)

Kadang manusia tidak memahami bentuk KASIH SAYANG Allah,
DIBUKAnya pintu RIZKI dan KESENANGAN dari Allah....
Dianggap PEMULIAAN dirinya dan KASIH SAYANG dari Allah.
Sebaliknya PEMBATASAN RIZKI dan UJIAN dari Allah...
Dianggap PENGHINAAN dirinya dan KEBENCIAN dari Allah.


Lupakah kita akan Firman Allah Ta’ala:

”Adapun manusia apabila Tuhannya mengUJInya lalu diMULIAkan-Nya dan diberi-Nya keSENANGan, maka dia berkata: "Tuhanku telah meMULIAkanku".
”Adapun bila Tuhannya mengUJInya lalu memBATASi RIZKInya maka dia berkata: "Tuhanku mengHINAkanku".(QS Al-Fajr: 15-16)


Orang yang memahami DUNIA adalah arena UJIAN,
Mereka akan menyikapi KEBAIKAN dan KEBURUKAN adalah UJIAN Allah.
Mereka tidak menganggap KEBAIKAN dari Allah sebagai PEMULIAAN
Dan Mereka tidak menganggap KEBURUKAN dari Allah sebagai PENGHINAAN,
Mereka memahami apa yang dibutuhkan di DUNIA sebagai KEBAIKAN,
Dan mereka memahami apa yang dibutuhkannya di DUNIA sebagai KEBURUKAN,


Sebenarnya gambaran kasih sayang Allah s.w.t titipkan kepada kita sungguh bernilai dan dari mana-mana nilaian belian dan harta. Kasih sayang Allah s.w.t pada hamba-Nya sangat halus dan terkadang sukar untuk di ketahui dan terkadang tidak pernah kita sedari. Rakan-rakan banyangkan, andai kata tatkala kita sakit dan ketika itu sangat kita memerlukan kan kewangan dan tiba-tiba ada yang merahsiakan identitinya mencukupkan memberi kewangan untuk menampung kos perubatan kita, pasti gambaran yang lahir di kotak fikiran kita adalah, Siapakah yang menghulurkan bantuan itu? Pasti dia orang kaya, pasti dia prihatin dengan keadaan aku, pasti dia ikuti perkembangan aku dari semasa ke semasa, pasti dia kenal aku, dan sebagainya.

Rakan-rakan cuba banyangkan itu adalah manusia yang memberi, sedangkan Allah Ta’ala lebih dan lebih lagi dari itu. Allah lebih kenal kita, Allah lebih kaya, Allah sentiasa perhatikan kita, Allah prihatin dan sayang kita dan sebaginnya. Dengan sifat Maha Penyayang Allah Ta’ala lah telah menghidupkan kita walaupun kita tidak meminta untuk dihidupkan, memberi nikmat tatkala kita tidak pernah mengangkat tangan memohon nikmat tersebut, dan nikmat yang terbesar kita perolehi sedangkan kita tidak memintanya adalah nikmat Iman dan Islam.. Alhamdulillah..

Sungguh rakan-rakan, kasih sayang Allah itu luas dan bukan lah nikmat itu dibentuk dan dilahirkan dalam bentuk material semata, tapi ianya sangat luas bahkan jika limpahan material yang melimpah ruah sehingga melalaikan kita itu bukan lagi nikmat dalam erti kata Iman kepada Allah, Imam Ja’far al-Shadiq pernah berkata,

”Jika Allah menCINTAi seorang hamba, Allah ilhamkan kepadanya ketaatan, Allah biasakan ia dengan qana’ah (menerima apa yang ada), Allah karuniakan baginya pemahaman agama, Allah menguatkannya dengan keyakinan, Allah cukupkan baginya dengan sifat al-kafaf (merasa cukup dengan rezeki yang memadai) , Allah memakaikannya dengan sifat al-‘afaf.

Sebaliknya jika Allah memBENCI seorang hamba maka Allah jadikan dia menCINTAi HARTA dan Allah MUDAHkan baginya untuk memPEROLEHnya, Allah iILHAMkan kepadanya DUNIAnya, Allah serahkan dia pada HAWA NAFSUnya, maka ia mengendarai al-‘inaad (keras kepala), ia mudah berbuat fasad (kerusakan), dan menzhalimi hamba-hamba (Tuhan)” (Bihar al-Anwar 103 : 26.)


1. Allah mengILHAMkan kepadanya keTAATan dan selalu meberinya PETUNJUK.
Sesungguhnya Allah mengilhamkan kepada jiwa semua manusia ketaatan dan maksiat, namun beruntunglah orang yang mengambil ilham ketaatan dan merugilah orang yang mengambil ilham kemaksiatan.

“Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya.” (QS Al-Syams [91] : 8-9)

Dan Allah mencintai orang yang terilhami oleh ketaatan dan ketakwaan, lalu ia bersegera menyucikan jiwanya dengan melakukan ketaatan dan ketakwaan sehingga Allah akan selalu memberinya petunjuk dengan NUR (cahaya) dan FURQAN (pembeda).

”Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), berTAKWAlah kepada Allah dan berIMANlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan RAHMAT (KASIH SAYANG)-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu NUR (cahaya) yang dengan NUR (cahaya) itu kamu berjalan dengannya dan Dia mengAMPUNi kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Al Hadid :28)

”Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaTAKWA kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu FURQAAN (pembeda) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS Al Anfal :29)

2. Allah membiasakan kepadanya sifat QANA’AH (ridlo menerima pemberian Allah subhanahu wata’ala apa adanya)

“Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” (QS.Yunus:107)

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. az-Zukhruf:32)

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS.Al an’am 165)


Seseorang mengeluh kepada Imam Ja'far al-Shadiq as tentang ketamakannya yang kian hari bertambah. Imam as menasihatinya, ”Jika engkau merasa beruntung dengan memiliki apa yang mencukupimu, maka engkau akan merasa cukup dengan kebutuhan terkecil dunia ini. Sebaliknya jika engkau tidak merasa puas dengan memiliki kebutuhan-kebutuhan minimum dunia ini, maka seluruh kesenangan duniawi takkan bakal mencukupimu.”

3. Allah memberikannya AL-HIKMAH (kefahaman yang mendalam (FAQIH) dalam ilmu agama)

” Allah menganugrahkan al HIKMAH (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al HIKMAH itu, ia benar-benar telah dianugrahi KARUNIA yang BANYAK. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)." (QS Al Baqarah :269)

"Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka dijadikannya FAQIH (kefahaman yang mendalam) terhadap ilmu agama" (HR.Bukhari-Muslim)

4. Allah akan memberikan SAKINAH dan meneguhkan keIMANanya.

” Dia-lah yang telah menurunkan keTENANGan (SAKINAH) ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keIMANan mereka berTAMBAH di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana...” (QS Al-Fah :4)

5. Allah memberikan UJIAN dan COBAAN.

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujian padanya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah saww bersabda : ”Jika Allah mencintai seorang hamba maka Allah berikan cobaan baginya. Dan jika Allah mencintainya dengan kecintaan yang sangat maka Allah akan mengujinya.” Para sahabat Nabi bertanya : ”Apakah ujiannya?” Rasulullah saww menjawab : “Tidak sedikit pun Allah tinggalkan baginya harta dan anak.” (Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 81 : 188 ;Kanz al-‘Ummal hadits ke : 30793)

Imam Muhammad al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan UJIAN dan COBAAN kepada seorang mukmin sebagaimana seorang suami menjanjikan kepada isterinya dengan HADIAH yang diRAHASIAkan (disembunyikan)-nya.” (Bihar al-Anwar 15 : 56.)

Atau dalam hadits lainnya, Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, ”Sesungguhnya apabila Allah menCINTAi seorang hamba niscaya Dia tenggelamkan hamba tersebut ke dalam COBAAN.” (Bihar al-Anwar 15 : 55)

Suatu hari, Rasulullah shalallahu wa sallam diundang ke rumah salah seorang muslim. Sewaktu beliau tiba di rumahnya, beliau melihat seekor ayam sedang bertelur di sebuah sarang di samping rumah. Beliau melihat telor ayam tersebut tidak jatuh, dan kalaupun jatuh ternyata tidak pecah. Betapa takjubnya Rasullah saww melihat kejadian tersebut. Karena itu, pemilik rumah tersebut bertanya kepada beliau, “Engkau heran melihatnya, ya Rasullah? Demi Allah yang telah memilih Anda sebagai Nabi, sesungguhnya saya selama ini tidak pernah sakit”

Rasulullah segera meninggalkan rumah tersebut, seraya berkata, “Barangsiapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah.” (Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 15 : 1 : 53)

6. Allah akan menjaganya dari apa yang diharamkan-Nya

Dari Abu Hurairah Ra: Bersabda Rasulullah Saw,” Sesungguhnya Allah CEMBURU, dan cemburu Allah adalah menCEGAH seseorang mengerjakan apa yang diHARAMkan-Nya" (HR.Bukhari-Muslim)

7. Allah memberikannya sifat al-‘Afaf ( sifat menjaga kehormatan diri dari perbuatan-perbuatan hina)

Diriwayatkan oleh Imam Ja’far al-Shadiq as bahwa Imam Ali as berkata,

”Seutama-utama ibadah adalah al-‘afaf” (Al-Kulayni, Al-Kafi 2 : 79)

Dan sabda Rasulullah saww, ”Sesungguhnya Allah mencintai seorang yang pemalu, yang menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan yang hina (al-hayya al-muta’affif)”( Bihar al-Anwar 71 : 270)

8. Allah memasukkannya kedalam Kaum PILIHAN.

”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan menDATANGkan suatu kaum yang Allah menCINTAi mereka dan merekapun menCINTAi-Nya, yang bersikap LEMAH LEMBUT terhadap orang MU’MIN, bersikap TEGAS terhadap orang-orang KAFIR, berJIHAD di jalan Allah, dan TIDAK TAKUT kepada CELAan orang yang suka mencela. Itulah KARUNIA Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah:54)


9. Allah akan memberikannya KHUSNUL KHOTIMAH

"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS Al Fajr: 27-30)


Apakah kita menjadi hamba Allah yang diSAYANG atau diBENCI oleh-Nya?

Semuanya terserah PILIHAN kita...

Firman Allah :

"Dan katakanlah: "KeBENARan itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang INGIN (berIMAN) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang INGIN (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (QS Al Kahfi : 29)


Wallahu’alam bi showab

Istimewanya yang bernama wanita




Assalamu'alaikum...

Alhamdulillah, segala puji-pujian kepada Allah Azzawajalla yang Maha Memiliki apa Sahaja.. Selawat dan salam keatas junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w..

Dalam kesempatan ini ingin aku kongsikan dengan teman-teman akan keistimewaan Wanita yang aku temui didalam folder di laptop aku.. entah siapa yang letak, dan aku kira tidak salah untuk aku kongsikan bersama teman-teman.. Yang baik itu adalah nasihat dan suntukan semangat untuk kaum Wanita agar lebih terbuka dan memasakkan keazaman untuk menjadi yang trbaik dikalangan yang terbaik... InsyaAllah.. Amin..

49 KEISTIMEWAAN WANITA


1. Doa wanita lebih maqbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah s.a.w. akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

5. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail a.s.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarat (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’ alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa’ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah s.a.w.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ehsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adala syurga.

10. Daripada Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka merekaakan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.”

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).

15. Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya” “Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah s.a.w. “Ibunya”.

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10, 000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t.mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik daripada seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginyade lapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau merenung ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana mencari keredhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap- tiap langkahnya dan setiap renungannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hazrat Muaz : Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata: Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak” Sabda Baginda, “Seeloknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami nIscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan ‘Bismillah’ akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan ‘Bismillah’, Allah akan berkatkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mebinakan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”

46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”

47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas takhta di hari akhirat.”

48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya. ”

49. Sabda Nabi s.a.w.: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong misai dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat.”

Begitu istimewanya seorang yang bernama wanita

Selasa, 1 Mei 2012

TINTA BUAT BAKAL SUAMIKU...




TINTA BUAT BAKAL SUAMIKU...



Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatkanku begitu berani untuk mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah ku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diri ku kepada sesiapa. Apatah lagi meluahkan sesuatu yang hanya ku khususkan buat mu sebelum tiba masanya.


Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang ku jaga rapi selama ini semata-mata buat mu, itulah hati & cinta ku, membuatkan aku tersedar dari lenaku yang panjang. Aku telah dididik ibu sejak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diri ku kerana Allah telah menetapkannya untuk mu suatu hari nanti. Kata ibu, "Tanggungjawab ibu bapa terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil alih tanggungjawab itu dari kami.", jadi kau telah wujud di dalam diri ku sejak dulu lagi.


Sepanjang umur ku ini, aku menutup pintu hati ku daripada mana-mana lelaki kerana aku tidak mahu membelakangi mu. Aku menghalang diri ku daripada mengenali mana-mana lelaki kerana aku tidak mahu mengenali lelaki lain selain mu, apatah lagi memahami mereka. Kerana itulah aku sedaya kudrat yang lemah ini membatasi pergaulan ku dengan bukan mahram ku. Aku lebih bersifat 'perumahan' kerana rumah itu tempat yang terbaik buat seorang wanita.


Aku sering sahaja berasa tidak selamat diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap mereka, tetapi lebih baik aku berjaga-jaga kerana contoh banyak di depan mata. Apabila terpaksa berurusan dgn mereka, akan ku palingkan wajah ku daripada lelaki yang asyik merenung ku atau cuba menegur ku. Aku seboleh-bolehnya melarikan pandangan ku daripada ajnabi kerana pesan Saidatina Aisyah r.a. " Sebaik-baik wanita itu ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang."


Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di mata mu. Apa guna aku menjadi idaman ramai lelaki sedangkan aku hanya boleh menjadi milik mu seorang. Aku tidak berasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan, berasa terhina diperlakukan sebegitu, seolah-olah aku ini barang yang boleh dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mahu menjadi punca kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat ku berikan. Bagaimana akan ku jawab di hadapan Allah kelak, andai disoal. Adakah itu sumbangan ku kepada manusia selama hidup ini di muka bumi?


Kalau aku tidak ingin kau memandang wanita lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandangan ku. Aku harus memperbaiki kelemahan dan menghias peribadi ku kerana itulah yang dituntut Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suami ku, aku juga perlu menjadi wanita yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan wanita yang baik untuk lelaki yang baik?


Tidak ku nafikan sebagai remaja aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diri ku bahawa aku perlu menjaga perasaan itu kerana ia semata-mata untuk mu. Allah telah memuliakan seseorang lelaki yang bakal menjadi suami ku untuk menerima hati dan perasaan ku yang suci. Bukan hati yang menjadi lebihan lelaki yang lain. Lelaki itu berhak mendapat kasih sayang yang tulen, bukan yang telah dibahagi-bahagikan.


Diri ku yang sememangnya lemah ini diuji Allah apabila seorang lelaki secara tidak sengaja mahu berkenalan dengan ku. Aku secara keras menolak, berbagai-bagai dalil ku kemukakan, tetapi dia tidak mahu mengalah. Lelaki itu tidak hanya berhenti di situ, dia sentiasa menghubungi dan menganggu ku. Aku berasa amat tidak tenteram, seolah-olah seluruh kehidupan ku yang ceria selama ini dirampas dari ku.


Aku tertanya-tanya, adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristighfar memohon keampunanNya. Aku juga berdoa', agar Dia melindungi ku daripada sebarang kejahatan. Kehadirannya membuatkan aku sentiasa memikirkan mu. Kau ku rasakan seolah-olah wujud bersama ku. Di mana sahaja ku berada, akal sedar ku membuat perhitungan dengan mu.


Ku tahu, lelaki yang melamar ku bukan diri mu. Malah aku yakin pada gerak hati, 'woman intuition' ku yang mengatakan lelaki itu bukan dirimu. Aku bukanlah gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diri ku ini untuk memilih berlian sedangkan aku hanya sebutir pasir yang wujud di mana-mana.


Namun, aku juga punyai keinginan seperti gadis lain dilamar lelaki yang bakal dinobat sebagai ahli syurga, memimpin ku ke arah tuju yang satu. Tidak perlu kau mempunyai wajah seindah Nabi Yusuf a.s. yang mampu mendebarkan jutaan gadis untuk membuat ku terpikat. Andainya kaulah jodoh ku yang telah tertulis di luh mahfuz, Allah pasti mencampakkan rasa kasih di dalam hati ku, jua hati mu kali pertama, kita berpandangan. Itulah janji Allah.


Akan tetapi selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu janganlah kau zahirkan perasaan itu kepada ku, kerana kau masih belum berhak untuk berbuat begitu. Juga jangan kau lampaui batasan yang telah ditetapkan syara'.


Aku takut perlakuan itu akan memberi impak yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak. Permintaan ku tidak banyak, cukuplah diri mu yang diinfaqkan seluruhnya pada mencari keredhaan Illahi. Aku akan berasa amat bertuah andai dapat menjadi tiang seri atau sandaran perjuangan mu.


Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi, kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juang mu, menghulurkan tangan ku untuk mu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.


Akan ku kesat darah dari luka mu dengan tangan ku sendiri. Itu impian ku. Aku pasti berendam air mata darah andainya engkau menyerahkan seluruh cinta mu kepada ku. Bukan itu yang ku impikan. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu.


Kerana dengan mencintai Allah, kau akan mencintai ku keranaNya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta insan biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.


Aku juga tidak ingin dilimpahi kemewahan dunia. Cukuplah dengan kesenangan yang telah diberikan ibu bapa ku dulu. Apa guna menimbun harta untuk kemudahan ku sekiranya harta itu akan membuat kau dan aku lupa tanggungjawab mu. Aku tidak akan sekali-kali bahagia melihat mu begitu. Biarlah kita hidup di bawah jaminan Allah sepenuhnya. Itu lebih bermakna bagi ku.


Selangkah Ke Fitrah!!



Sekali kaki melangkah bermakna bekas-bekas masa yang sudah dilalui tidak munkin dijejak kembali. Sedetik masa berlalu, sedetik pula usia maju. Setiap yang tiba melalui detik-detik masakan nyata dan pasti diterima. Andainya kaca yang tiba, kacalah rupanya, tak munkin lagi diganti dengan masa, sekalipun darah terburai dari mata dek tangisan.


Ayuh kawan! Kuburkan sahaja bencana yang menimpa. Kerana segala-galanya sudah menjadi abu-abu sejarah, ditiup bayu berterbanganlah ia. Sedangkan kajayaan esok masih menyintai kita.


Hadapilah hari esok dengan dada yang lapang, penuh harapan cemerlang. Anggaplah kegagalan yang tiba sebagai percubaan. Dan percubaan penentu kejayaan.

Manakala menderita dalan percubaan adalah suatu perjuangan yang tidak membuahkan kejayaan yang diidam-idamkan.


Ingatlah, betapa hidup ini bukan setenang air dikolam, bukan secetek air ditasik, tapi bak air dilautan. Dilanda taufan bergelombanglah ia. Hidup ini sepenuhnya dirangkum masa. Dan perjalanan masih aneh pula. Hari ini kita ketawa, esok hari kita akan menangis kerananya.


Segala laku dan langkah yang kita kerjakan bukanlah penyambung hayat. Tapi sebagai rantai yang merantai bagi satu-satu kehidupan.

Putus satu cederalah semua, malahan mungkin merobohkan istana harapan yang dimimpikan.


Oleh itu awasilah dalam menggunakan masa. Jangan tertawan dek sinar mentari petang, jangan terpikat dek kumbang yang terbang, usah terpesona dek bunga kembang ditaman. Kerana ia takkan kemana. Hari ini hilang pergi, besok harinya datang menjadi ganti. Roboh istana cinta bukanlah kecewa dan hampa. Tapi runtuh bangunan cita-cita rosaklah kehidupan bahagia yang diidam-idamkan. Tersinggung rasa dek cinta hanya sementara. Tapi hampa jiwa dek cita-cita bermakna selama-lamanya kecewa.


Dari itu wahai kawan, biarlah istana cinta musnah buat seketika, akan kita bina dihari muka. Pantaskan kaki mengejar cita-cita, kerana cita-cita cepat dilari masa. Dan bila masa pergi ia tak bisa menoleh lagi. Usaha adalah penentuan dan takdir adalah suratan.


Kadang-kadang wahai kawan kita lupa akan hakikat kehidupan yang sementara ini dek gelombang nafsu yang mencerminkan pandangan yang indah di jiwa. Sedangkan ianya mainan buat mereka yang lupa lumlah kehidupan. Jika tuah menyapa pergi, maka ditafsirkan bahawa ianya adalah ketidak adilan, jika tuah terasa hadir maka dikata ianya sepatutnya dapat. Itulah hakikat manusia yang menjadikan dunia mainan jiwa. Iman mengkhabarkan bahawa dunia ini contengan sementara bahkan akhirat bukan bayangan atau mimpi dan ianya pasti berlaku.


Hempasan nafsu sering melemaskan jiwa yang lemah, membuai akal hilang pertimbangan, menyeluk peribadi memijak mulia hingga hilang jati diri seorang muslim. Kawan, sudah mula kita kenang kembali akan gemerlapnya cita-cita akhirat kita, sudah sepatutnya kita mencampakkan racun-racun lampau sejauhnya agar ianya hilang bergantikan kekhusyukkan ibadah.


Teman, tidakkah kalian ingin merasa akan lahirnya aliran cinta pada Ilahi dalam hati sanubarimu? Tidakkah kalian ingin merasa dekat dengan Allah dan Rasul-Nya?

Tidakkah kalian ingin merasakan diri kalian terjaga dalam jagaan Allah? Dan tidakkah kalian ingin merasa akan kebahagian dihati kalian?


Teman, sudah masa kita mencari semua itu kerana umur kita makin memendek dan usia makin menambah. Sedangkan kita masih beribadat tanpa apa-apa rasa, sedangkan cinta belum pun terlahir dan sedangkan diri masih bergelutan dengan maksiat pada Allah s.w.t. Ayuhlah kita mencari makna kehidupan untuk kehidupan di hari muka. Seruan demi seruan kita diperdengarkan oleh Allah s.w.t dalam kitab suci-Nya, sedangkan kita masih lagi kaku dalam mengikutinya. Teman-teman sampai bila kita harus begini, adakah sampai kepada penghujung nyawa? Adakah kita menunggu orang lain berubah baru kita berubah?


Teman, sesungguhnya Allah s.w.t sudah menentukan akan ajal dan maut kita dan barangkali kita mungkit tidak akan ketemu hari esok sedangkan orang sekeliling kita mungkin ajalnya lama berbanding kita dan adakah kita masih mahu menunggu untuk dia berubah baru kita berubah?

Berubah untuk kebaikkan semestinya mendapat cacian dan cercaan mereka yang tidak mengerti, seharusnya sabar itu menjadi banteng pada hati dan bergembiralah dengan cacian itu kerana Allah s.w.t sedang memerhatikanmu. Allah s.w.t sedang berbicara dengan mu wahai teman. Allah s.w.t sedang memerhatikan keikhlasan di hatima mahai teman. Allah s.w.t sedang menunggu pengaduan doa mu wahai teman. Dan sememangnya Allah s.w.t mahu memberi pahala padamu dengan percuma wahai teman.


Teman, masih ingatkah pada sirah Nabi s.a.w disaat baginda dihina bahkan pernah dilontar batu sehingga berdarahnya gusi Baginda s.a.w, adakah disaat itu Baginda s.a.w marah? Adakah Baginda mencemuh? Tidak wahai teman, Baginda s.a.w mengangkat tangan berdoa dan mengadu pada Allah dengan aduan yang lembut dan ikhlas serta penuh ehsan buat mereka yg tidak mengerti.

Sudah masanya teman kita sama-sama memimisahkan dunia ini dalam hati sanubari kita. Sudah masanya kita menjadikan Allah dan Rasul s.a.w sebagai pengisi hati sanubari kita..


Ya Allah, Engkau telah mengetahui bahawa kami sering bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah, Engkau juga mengetahui bahawa kami ini dhaif dalam ilmu agama-Mu. Ya Allah, Engkau juga mengerti setiap lintasan hati kami dan setiap makhluk-Mu..


Maka ya Allah, jangan lah Engkau mencampakkan kami di gaung neraka-Mu, jangan lah Engkau mematikan jiwa-jiwa kami melainkan Engkau telah menganugerahkan kepada kami akan rasa cinta, kasih, khusyuk, ikhlas dalam menunaikan ketaatan kepada perintah-Mu dan jangan lah Engkau kekalkan kami lemas dalam kemaksiatan kepada-Mu. Sungguh kami ini insan lemah dan mengaharapkan belas dan kasih-Mu.


Ya Rabb, Engkau anugerahkan lah juga kami taufiq dan hidayah agar kami terus berubah dan kekal dengan perubahan untuk mengabdikan diri kami buat-Mu wahai tuhan sekalian Alam... Amin..

Jika sudah Jatuh Cinta....


Jika sudah Jatuh Cinta....


Bacalah doa ini..

" Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada
seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah
kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.

Ya Karim, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati
seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh
aku dalam jurang cinta semua. Ya Rabbana, jika aku jatuh
hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada
hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada
seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak
lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah
kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di
sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan
biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan
biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada
cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah
berhimpun dalam cinta pada-Mu,telah berjumpa pada taat
pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu
dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah
hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan
kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.... ameen Ya
Robb... "